Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SAYA MENYESAL DILAHIRKAN SEBAGAI PEREMPUAN, TETAPI TIDAK SEBAGAI MANUSIA.

Senin, 16 Mei 2022 | Mei 16, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2023-03-08T14:02:37Z

 


Sesungguhnya kalimat ini sudah mengendap di pikiran sejak usia saya masih belasan tahun, ketika seragam sekolah yg dipakai masih bewarna putih biru. Saat itulah mulai ada pikiran-pikiran yang meresahkan karena saya tidak memiliki tempat untuk bertanya dan menata pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi lebih Sitemanitis. 

Membicarakan problem perempuan bukanlah untuk mempertentangkannya dengan hak kaum laki-laki, agama ataupun adat istiadat tetapi ditujukan untuk memperbaiki sistem dan hubungan kemasyarakatan melalui metode "keraguan" atau skeptisisme. Kita berusaha untuk menggeser paradigma kebenaran tunggal dengan mempertanyakannya kembali, karna sejatinya kebenaran merupakan antitesis dari ketunggalan itu sendiri, ia memiliki banyak cabang, jalan, dan ruang. 

Pengkategorian "Perempuan" Dan "Laki-laki" Sejatinya tidak hanya mewakili perbedaan sex saja atau kecenderungan secara biologis tetapi juga menyimpan perbedaan dalam bentuk yang lain, baik ditinjau dari ruang agama, pendidikan, ekonomi, maupun nilai kebudayaan yang berlaku. 

Suatu sifat yang melekat pada diri laki-laki maupun perempuan yang dikonstruk secara sosial maupun kultural , Itulah bentuk lain dari pengkategorian antara laki-laki dan perempuan yang disebut sebagai "Gender".

 Sejak kecil atau bahkan dalam kandungan perbedaan Gender sudah terjadi mulai dari pemilihan nama, warna, bentuk harapan, dan doa-doa. Jika anak yang diharapkan perempuan tentu kebanyakan orang akan memimpikan anaknya bisa menjadi gadis yg cantik, lemah lembut, penurut, penyayang, rajin, pemalu, dan seterusnya, Sementara jika laki-laki diharapkan akan menjadi anak yang kuat, mandiri, tangkas, berprinsip, berjiwa pemimpin, tegas dan seterusnya.. 

Ketika terlahir dan tumbuh menjadi seorang perempuan kita akan terjerat oleh begitu banyak tali yang mengikat hampir seluruh tubuh.

 Kita akan dianggap perempuan yang tidak baik jika sekali saja keluar malam atau tidak pulang berminggu-minggu meski untuk belajar tetapi laki-laki tidak, Kita disangsikan kesuciannya jika sekali saja melakukan hubungan seksual diluar nikah sementata laki-laki tidak, kita dianggap perempuan yang tidak kompeten jika tidak mampu bergulat dengan kegiatan domestik sementata laki-laki tidak, kita dianggap tidak penyayang jika sekali saja memilih untuk memprioritaskan pendidikannya atau passion dari anak & suami sementara laki-laki tidak. 

Kita hidup dalam segenap kebudayaan yang mengikat tetapi kita berhak dan selalu boleh untuk memilih dan mempertanyakan. 

Maka saya hanya ingin menjadi manusia, tidak laki-laki ataupun perempuan. Saya manusia yang secara biologis dikategorikan betina namun diluar dari pada itu adalah manusia. That's it. 

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini